Contact Us


Internusa Bolt Heater
Pondok Sidokare Asri BR 3 Sidoarjo
Jawa Timur

Phone : 031 8952248
Fax : 031 8953788
email : internusatop@gmail.com
Line Direct / sms / WA : 081 137 1090


Lokasi Internusa :
10 Km dari Kota Surabaya - Letak sebelah selatan Kota Surabaya
60 Km dari Kota Malang - Letak sebelah utara Kota Malang
30 Km dari Kota Gresik - Letak sebelah tenggara Kota Gresik
40 Km dari Kota Pasuruan - Letak sebelah barat laut Kota Pasuruan
30 Km dari Kota Mojokerto - Letak sebelah timur Kota Mojokerto


Sidoarjo sebuah kabupaten kecil yang kaya raya karena ditopang industri yang beragam. Letaknya persis berbatasan dengan kota Surabaya sehingga Sidoarjo menjadi daerah terpenting yang berfungsi menyangga Surabaya.
Padatnya kota Surabaya, dan terbatasnya lahan di Surabaya, menjadikan Sidoarjo sebagai pusat industri yang tidak bisa didirikan di Surabaya. Banyak Industri besar berada di Sidoarjo, PT. Tjiwi Kimia dari kelompok Sinar mas, ada PT. Ispatindo perusahaan baja milik salah satu orang terkaya didunia dari India Lakshmi Mittal, ada perusahaan kaca PT. Asahimas, dan ribuan perusahaan lain yang ada di Sidoarjo.
Dari sisi sumber daya alam, Sidoarjo terkenal sebagai penghasil bandeng yang rasanya paling enak di Indonesia. Bandeng Sidoarjo sangat terkenal, disamping krupuk udangnya. Oleh karena itu pemkab Sidoarjo menjadikan bandeng dan udang sebagai ikon kabupaten Sidoarjo. Tiap tahun diadakan festival bandeng di alun-alun kota Sidoarjo.
Malang tidak bisa ditolak, pada tahun 2006 Sidoarjo tertimpa bencana lumpur Lapindo yang tidak mampu diatasi sampai dengan sekarang. Ribuan keluarga dan ribuan hektar tanah harus menjadi korban bencana tersebut. Suasana Sidoarjo yang semula cerah menjadi muram akibat adanya bencana lumpur tersebut.

Bencana lumpur tidak hanya menjadi perhatian seluruh rakyat Indonesia, melainkan seluruh dunia menjadi mengenal nama porong dimana sumber lumpur tersebut berada. Porong hanya sebuah kota kecamatan yang kecil berbatasan dengan kabupaten Pasuruan. Adanya bencana lumpur membawa nama Porong menjadi mendunia. Banyak wisatawan dari segala penjuru dunia dating ke Porong untuk sekedar mengetahui adanya lumpur lapindo.
Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu, meskipun lumpur lapindo belum bisa diatasi tetapi setidaknya mulai bisa dikendalikan. Masyarakat Sidoarjo mulai perlahan tapi pasti meninggalkan suasana suram akibat lumpur tersebut. Suasana kembali cerah dan bergairah, usaha kecil dan menengah yang semula banyak yang hancur sudah mulai bangkit kembali. Tanah di selatan kota Sidoarjo yang semula tidak laku dijual akibat dampak dari adanya lumpur lapindo sekarang sudah mulai kembali normal.
Sidoarjo terus berbenah untuk menjadi daerah industry yang mampu mensejahterakan rakyatnya. Semoga.

Makanan khas Sidoarjo adalah kupang lontong, dan untuk jajanannya ada kue lumpur. Adapun untuk kuliner tengah malam hingga pagi hari yang paling terkenal adalah nasi Rawon yang selalu padat dikunjungi pembeli. Kawasan jalan Gajah Mada dan jalan Majaphit disaat malam hari sangat ramai pengunjung nasi rawon yang tidak hanya dari Sidoarjo. Dari Surabaya, Pasuruan, Mojokerto bahkan dari kota Malang banyak yang mengunjungi Sidoarjo ditengah malam untuk menyantab nasi rawon.
Nasi Rawon Sidoarjo memang khas, berbesa dengan nasi rawon dari daerah lain. Silahkan saja dicoba.
Pusat oleh-oleh di Sidoarjo juga sangat terkenal di kawasan jalan Majapahit dan jalan Gajah Mada. Bus pariwisata yang dari luar kota kebetulan melewati Sidoarjo pada umumnya selalu berhenti Sidoarjo untuk mencari oleh-oleh khas Sidoarjo. Ada krupuk udang, petis, krupuk ikan, bandeng asap, bandeng presto, dan lain sebagainya.

Industri lainnya yang eksis di Sidoarjo adalah perusahaan pembuat element pemenas yang sudah sangat dikenal luas diseluruh Indonesia, yaitu Internusa Heater & Thermocouple Sensor. Internusa Heater memproduksi berbagai jenis heater dan sensor thermocouple dengan masa yang sudah sangat lama sehingga sangat berpengalaman dan bisa dikunjungi di www.heater.id

Di Sidoarjo juga terdapat sentra tas dan sepatu yang sudah sangat terkenal, yaitu kawasan Tanggulangin Sidoarjo. Berbagai macam tas, dompet, ikat pinggang, sepatu dijual dengan harga yang sangat bersaing meskipun barangnya berkualitas tinggi. Banyak Wisatawan yang menyempatkan mengunjungi sentra tas dan sepatu Tanggulangin jika berkunjung ke Sidoarjo.

Selama ini Sidoarjo dikenal dengan kota sasntri yang santun, masyarakatnya sangat ramah, lingkungan yang asri, membuat siapapun akan betah tinggal di Sidoarjo. Lebih-lebih sekarang ini sudah banyak hotel, baik kelas melati maupun berbintang tumbuh dan berkembang di Sidoarjo.

Pendidikan tingkat menengah di Sidoarjo juga sangat menonjol, ada SMAN 1, SMAN 3, SMKN 3 dan SMA Muhammadiyan Sidoarjo sangat terkenal sampai luar daerah Sidoarjo. Pendidikan vokasi juga banyak tumbuh dan berkembang di Sidoarjo.


Yang menopang Sidoarjo lainnya adalah keberadaan bandara Internasional Juanda yang merupakan bandara paling sibuk di Indonesia setelah bandara Soekarno Hatta Banten. Hingga saat ini kapasitas Bandara Juanda sudah tidak memadai lagi sehingga direncakana untuk penambahan yaitu bandara Juanda 3. Selama ini sudah ada dua area yang sering disebut dengan bandara Juanda 1 dan bandara Juanda 2 yang merupakan bekas bandara lama yang difungsikan kembali. Bandara Juanda yang merupakan embarkasi pemberangkatan haji untuk Indonesia wilayah timur sehingga keberadaannya sangat strategis sehingga merupakan bagian terpenting dari Kabupaten Sidoarjo.
Keberadaan bandara Juanda saat ini sudah benar-benar over capacity, untuk itu rencana pengembangan bandara 3 dirasa sudah sangat mendesak. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang merupakan paling tinggi di Indonesia, sangat memerlukan bandara yang mampu menampung kapasitas penumpang sampai dengan 40 juta per tahun. Saat ini kapasitas bandara Juanda baru mendapai sekitar 8 juta penumpang pertahunnya.